Friday, June 14, 2013

Kebrutalan Densus 88

  POSO (voa-islam.com) - Kebrutalan Densus 88 terhadap warga muslim Poso kembali dipertontonkan pada Senin (10/06/2013) sekitar pukul 1... thumbnail 1 summary
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw_s8KOOCbNq3SCCQWhOq0DrXCJMC9kPMTxWGM9WV5ydaFugd9FbTNElSmL9B4hnE_5DUBJR8rpkXloZS_rkMWhGX87MMxFgHlXzB463_1oIDKrD3ZfWQt9PTFpVGVi4wk99IOIXX6kvv7/s320/densus88.jpg 
POSO (voa-islam.com) - Kebrutalan Densus 88 terhadap warga muslim Poso kembali dipertontonkan pada Senin (10/06/2013) sekitar pukul 16.00 WITA. Seorang warga Muslim Poso bernama Ahmad menjadi korban kebiadaban yang kesekian kalinya dari Densus 88.

Pembunuhan terhadap Ahmad terjadi ketika korban pulang sholat Asar di Masjid Al Muhajirin Desa Kayamanya Poso. Hal tersebut disampaikan oleh ustadz Adnan Arsal salah seorang tokoh Muslim Poso.

“Ahmad ditembak oleh Densus 88 ketika pulang sholat asar dari masjid Al Muhajirin," kata ustadz Adnan Arsal kepada voa-islam.com, Senin (10/6/2013).

Ustadz Adnan juga mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ada perlawanan dari Ahmad, sebab ia tidak bersenjata dan baru pulang shalat Ashar di masjid kemudian ditabrak dengan sepeda motor sebelum ditembak.

Ustadz Adnan juga membantah pemberitaan TV One yang menyebutkan bahwa Ahmad melakukan perlawanan dengan menembakkan enam peluru.

“Enam peluru itu milik Densus yang ditembakkan ke Ahmad, TV One telah membuat kebohongan," tegasnya.

Ahmad ditembak oleh Densus 88 ketika pulang sholat asar dari masjid Al Muhajirin

Kesal dengan pemberitaan tv one yang penuh kebohongan Ustadz Adnan mengatakan,"TV One itu pembohong,itu juru bicaranya Densus 88!"

Ia pun geram dengan Densus 88 yang kembali melakukan penembakan brutal tanpa proses pengadilan terhadap terduga.

“Densus itu sama dengan tentara Israel, seperti tentara Belanda dan tentara Jepang, mereka telah membunuh anak negeri sendiri," ujarnya.

Tindakan Densus 88 yang biadab terhadap warga Muslim Poso menimbulkan reaksi perlawanan dari masyarakat Muslim Poso.

Sesaat setelah peristiwa penembakkan terhadap Ahmad, spontan warga Poso menyerang aparat polisi dengan lemparan batu. Bentrokan antara Polisi dengan warga Muslim Poso akhirnya tidak bisa dielakkan. Hingga Pukul 20.00 WITA bentrokkan antara Polisi dan warga Muslim Poso di Desa Kayamanya masih terjadi.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh voa-islam.com menyebutkan bahwa jenazah Ahmad telah dibawa oleh Densus 88 ke Palu.

Sampai ditulisnya berita ini kondisi Kota Poso masih tegang,aparat Kepolisian dibantu TNI masih merangsek maju menghadapi serangan warga Muslim Poso yang mempersenjatai diri dengan batu.
f